Dalam Islam, kepribadian terbentuk dari lingkungan dan pergaulan. Waspadai fitnah dan jauhi teman yang menyeret pada keburukan. Mari berteman karena Allah.
Dalam Islam, pergaulan bukan
hanya soal kebersamaan, tapi juga arah perjalanan jiwa. Rasulullah ﷺ bersabda:
Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia berteman.- (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Hadis ini menjadi pengingat
bahwa kepribadian kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan teman
yang kita pilih. Bila kita terbiasa dikelilingi oleh orang-orang yang
menjaga lisan, cinta pada ilmu, dan takut kepada Allah, maka besar kemungkinan
kita akan terseret ke dalam kebaikan. Namun, jika lingkungan kita penuh dengan
ghibah, fitnah, atau hawa nafsu yang dibiarkan liar, maka tanpa sadar kita ikut
terwarnai.
Fitnah adalah senjata
paling licik. Dalam al-Qur’an, Allah menegaskan:
Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.- (QS. Al-Baqarah: 191)
Zaman kini penuh dengan fitnah
terselubung. Orang yang diam bisa dituduh salah. Yang benar bisa difitnah
seolah pelaku. Hati-hati, jangan sampai kita dijadikan alat oleh
orang-orang yang tidak takut Allah, hanya karena kita tidak mawas
dalam memilih teman dan menjaga lisan.
Kepribadian bukan hanya
cerminan hati, tapi juga jejak dari siapa yang ada di sekitar kita.
Maka, mawaslah.
- Bertemanlah
dengan orang yang takut kepada Allah, yang ketika salah, mengaku dan bertaubat.
- Jauhilah
orang yang suka membolak-balikkan cerita, karena bisa jadi engkau dijadikan
kambing hitam dalam niat busuknya.
- Sebelum berbicara,
timbang dulu dengan takwa.
- Sebelum mempercayai, tabayyun-lah.
Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti.- (QS. Al-Hujurat: 6)
Perbaikilah diri,
mulai dari memperbaiki lingkungan dan teman. Jadikan dirimu cermin
kebaikan, bukan bayangan dari keburukan sekitar.
Semoga Allah senantiasa
menjaga lisan dan hati kita. Jangan biarkan dunia menodai nurani hanya
karena kita abai dalam memilih dengan siapa kita berjalan. Semoga setiap
langkah dan pertemanan kita menjadi jalan menuju ridha-Nya. Aamiin.
.png)
0 Komentar