Ticker

6/recent/ticker-posts

Hati-Hati, Kepribadianmu Ditentukan oleh Lingkungan dan Cara Berteman

 

Dalam Islam, kepribadian terbentuk dari lingkungan dan pergaulan. Waspadai fitnah dan jauhi teman yang menyeret pada keburukan. Mari berteman karena Allah.

Dalam Islam, pergaulan bukan hanya soal kebersamaan, tapi juga arah perjalanan jiwa. Rasulullah ﷺ bersabda:

Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia berteman.- (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa kepribadian kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan teman yang kita pilih. Bila kita terbiasa dikelilingi oleh orang-orang yang menjaga lisan, cinta pada ilmu, dan takut kepada Allah, maka besar kemungkinan kita akan terseret ke dalam kebaikan. Namun, jika lingkungan kita penuh dengan ghibah, fitnah, atau hawa nafsu yang dibiarkan liar, maka tanpa sadar kita ikut terwarnai.

Fitnah adalah senjata paling licik. Dalam al-Qur’an, Allah menegaskan:

Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.- (QS. Al-Baqarah: 191)

Zaman kini penuh dengan fitnah terselubung. Orang yang diam bisa dituduh salah. Yang benar bisa difitnah seolah pelaku. Hati-hati, jangan sampai kita dijadikan alat oleh orang-orang yang tidak takut Allah, hanya karena kita tidak mawas dalam memilih teman dan menjaga lisan.

Kepribadian bukan hanya cerminan hati, tapi juga jejak dari siapa yang ada di sekitar kita. Maka, mawaslah.

Renungankan :

  1. Bertemanlah dengan orang yang takut kepada Allah, yang ketika salah, mengaku dan bertaubat.

  2. Jauhilah orang yang suka membolak-balikkan cerita, karena bisa jadi engkau dijadikan kambing hitam dalam niat busuknya.

  3. Sebelum berbicara, timbang dulu dengan takwa.

  4. Sebelum mempercayai, tabayyun-lah.

Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kalian orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti.- (QS. Al-Hujurat: 6)

Perbaikilah diri, mulai dari memperbaiki lingkungan dan teman. Jadikan dirimu cermin kebaikan, bukan bayangan dari keburukan sekitar.

Semoga Allah senantiasa menjaga lisan dan hati kita. Jangan biarkan dunia menodai nurani hanya karena kita abai dalam memilih dengan siapa kita berjalan. Semoga setiap langkah dan pertemanan kita menjadi jalan menuju ridha-Nya. Aamiin.


Posting Komentar

0 Komentar