Ticker

6/recent/ticker-posts

Jangan Tunggu Ditagih, Bayarlah Hutang dengan Tanggung Jawab

"Jangan Tunggu Ditagih, Bayarlah Hutang dengan Tanggung Jawab"

Sesungguhnya jiwa yang tenang adalah ia yang tahu apa yang harus ia lunasi

Dalam Islam, hutang adalah amanah. Bukan sekadar angka atau nominal, tapi janji yang akan dimintai pertanggungjawaban di dunia, maupun di akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Jiwa seorang mukmin tergantung pada hutangnya hingga hutang itu dibayar. 
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Bayangkan, bahkan amal baik seseorang bisa tertahan hanya karena ia menunda-nunda menyelesaikan tanggung jawabnya. Sungguh, betapa berat perkara hutang dalam pandangan Allah.

Namun, hari ini kita seringkali lupa. Kita pinjam uang dengan mudah, namun mengembalikannya hanya jika diingatkan. Kita berhutang tanpa rasa cemas, seolah itu bukan sesuatu yang akan Allah hisab.

Padahal…

Hutang bukan soal siapa yang meminjamkan, tapi siapa yang menjaga harga dirinya.
Karena orang yang benar-benar beriman, akan berusaha keras menunaikan janjinya, meski tak ada yang menagih.

Bijak dalam Berhutang, Tulus dalam Membayar

Berhutang bukan aib. Tapi menunda tanpa alasan, berpura-pura lupa, atau enggan membayar adalah hal yang mencoreng akhlak kita. Maka jangan tunggu ditagih. Karena bisa jadi, yang enggan menagih justru yang paling merasa berat memendam kecewa.

Bila belum mampu membayar, katakan dengan jujur. Karena kejujuran lebih menenangkan daripada diam dalam kepura-puraan.

Dan jika engkau punya rezeki hari ini, ingatlah…
Mungkin itu adalah jawaban dari doa orang yang pernah engkau janjikan untuk membayar.


Hutang bukan sekadar utang uang saja tetapi juga utang amanah, utang janji, utang tanggung jawab.
Bayarlah, sebelum dunia yang menagih berubah menjadi akhirat yang menuntut.

Sesungguhnya orang yang paling menyenangkan bukan yang kaya raya, tapi yang tahu diri saat punya janji.- Bee-Jak

Posting Komentar

0 Komentar