![]() |
| "Jangan Tunggu Ditagih, Bayarlah Hutang dengan Tanggung Jawab" |
Sesungguhnya jiwa yang tenang adalah ia yang tahu apa yang harus ia lunasi
Dalam Islam, hutang adalah amanah. Bukan sekadar angka atau nominal, tapi janji yang akan dimintai pertanggungjawaban di dunia, maupun di akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Jiwa seorang mukmin tergantung pada hutangnya hingga hutang itu dibayar.
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Bayangkan, bahkan amal baik seseorang bisa tertahan hanya karena ia menunda-nunda menyelesaikan tanggung jawabnya. Sungguh, betapa berat perkara hutang dalam pandangan Allah.
Namun, hari ini kita seringkali lupa. Kita pinjam uang dengan mudah, namun mengembalikannya hanya jika diingatkan. Kita berhutang tanpa rasa cemas, seolah itu bukan sesuatu yang akan Allah hisab.
Padahal…
Bijak dalam Berhutang, Tulus dalam Membayar
Berhutang bukan aib. Tapi menunda tanpa alasan, berpura-pura lupa, atau enggan membayar adalah hal yang mencoreng akhlak kita. Maka jangan tunggu ditagih. Karena bisa jadi, yang enggan menagih justru yang paling merasa berat memendam kecewa.
Sesungguhnya orang yang paling menyenangkan bukan yang kaya raya, tapi yang tahu diri saat punya janji.- Bee-Jak
.png)
0 Komentar